Selasa, 28 Oktober 2025

Modul Ajar Mapel Pilihan Animasi Fase F kelas 11

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

Tahun Pelajaran

2025/2026

TOTAL PERTEMUAN

1 Pertemuan @45 menit

Alokasi Waktu

Pertemuan ke- 1 (4X45 menit)

Nama PenDIDIK

Rusmala, S.Kom.

 

Satuan Pendidikan

SMK Negeri 2 Pandeglang

Mata Pelajaran

Mapel PILIHAN ANIMASI

Fase/Kelas

F/XI

Semester

Genap

            

A.

IDENTIFIKASI

1.

Peserta didik kelas XI SMKN 2 Pandeglang pada fase F (Umumnya untuk kelas XI dan XII SMK/MAK) Pada akhir fase F, peserta didik akan mampu mengimplementasikan teknik produksi pada elemen gerak ( animation ), visual ( asset creation ), dan editorial ( visual storytelling ) berdasarkan instruksi kerja pada bidang animasi 2 dimensi maupun 3 dimensi yang selaras dengan kebutuhan industri.

 

2.

Materi pelajaran bersifat Pilihan dari jurusan Desain Komunikasi Visual dan terintegrasi dengan pelajaran yang lain 

3.

Dimensi Profil Lulusan:

 

o

Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME Penalaran Kritis

o Kewargaan

o

o Kreativitas

o

Kolaborasi Kesehatan

o Kemandirian

o

o Komunikasi

B.

Desain Pembelajaran

1.

Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase F 


Capaian Pembelajaran Fase F Animasi dirancang agar peserta didik menguasai produksi animasi secara utuh, mencakup gerak, aset visual, dan cerita visual. Pembelajaran berbasis proyek mendorong keterampilan teknis, kolaborasi, dokumentasi, dan penerapan standar industri.


2.

Lintas Disiplin Ilmu :

Melibatkan pelajaran Konsentrasi Keahlian DKV

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan Umum:



Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengimplementasikan teknik produksi pada elemen gerak (animation), visual (asset creation), dan editorial (visual storytelling) berdasarkan instruksi kerja pada bidang animasi 2D maupun 3D yang selaras dengan kebutuhan industri, dengan capaian sebagai berikut:


Animation (Gerak): Mampu menerapkan pembuatan akting pergerakan karakter dan lipsync menggunakan teknik 2D atau 3D sesuai shot/scene/sequence/storyboard yang ditentukan.
Asset Creation (Visual): Mampu membuat dan mengelola aset visual berdasarkan desain produksi dan Prosedur Operasional Standar yang berlaku dalam industri animasi.
Visual Storytelling (Editorial): Mampu menyusun storyboard dan animatic yang sesuai dengan naskah cerita dan kebutuhan narasi visual.

Penekanan capaian umum ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika industri kreatif. Dengan penguasaan pada ketiga elemen utama ini, lulusan diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam proses produksi animasi di berbagai sektor profesional, baik sebagai kreator individu maupun bagian dari tim produksi.

 

4.

Topik Pembelajaran:


5.

Praktik Pedagogis:

Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL). 

Metode Pembelajaran: Pertanyaan menantang, perencanaan kolaboratif, pembuatan purwarupa, presentasi, dan evaluasi/refleksi.

 

6.

Kemitraan Pembelajaran:

Kolaborasi dengan pihak eksternal seperti 

Guru berperan sebagai fasilitator, peserta didik sebagai pelaku utama, dan orang tua untuk dukungan rumah.

 

7.

Lingkungan Pembelajaran:

Ruang kelas untuk diskusi, Lab Komputer untuk praktek

 

8.

Pemanfaatan Digital (Opsional):

Penggunaan  software pengolah animasi Desktop / Mobile app 

Pengamatan terhadap karya animasi secara Online dan Offline

Penggunaan Projector untuk menampilkan karya atau melalui Platform Sosial media

C.

PENGALAMAN BELAJAR (Pertemuan 1)

 

Pengalaman belajar dirancang untuk memahami (pengenalan konsep), mengaplikasi (penerapan dalam proyek), dan merefleksi (evaluasi diri). Setiap sintaks PJBL mengintegrasikan prinsip pembelajaran: berkesadaran (kesadaran lingkungan dan sosial), bermakna (relevan dengan kehidupan nyata), dan menyenangkan (elemen kolaboratif, reflektif dan kreatif). 

 

Kegiatan Awal (Prinsip Pembelajaran: Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan).

Waktu 10  menit

1.   Guru mengucapkan salam, berdoa, mengecek kesiapan fisik murid dan kebersihan kelas.

2.   Apersepsi:  Guru  mengingatkan  pengalaman murid  terkait pembuatan karya animasi sederhana yang sedang dibuat

3.   Pertanyaan  pemantik:  "Bagaimana sebuah karya animasi bisa bermanfat dalam kehidupan nyata ?

 

2.

Kegiatan Inti (Prinsip Pembelajaran: Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan).

Memahami

          Guru menyampaikan topik dengan melampirkan media tambahan dalam bentuk video youtube 

  PROSES PEMBUATAN ANIMASI

https://youtu.be/RD-qoBSM0YY?si=m-6Crx8WHqp_c3uc


Mengaplikasi

         Murid menuliskan ide awal tentang gerak animation   di media yang sudah disiapkan.

       

       Presentasi  hasil karya


 

3.

Kegiatan Penutup (Prinsip Pembelajaran: Berkesadaran)

Merefleksi

Refleksi  dengan metode  4P (Pujian:  apa yang  baik dari  pembelajaran; Permasalahan:  apa kendala;  Perbaikan:  saran,  Perencanaan: apa yang  akan dilakukan selanjutnya). 

Guru memandu secara interaktif (Merefleksi:  evaluasi  diri;  bermakna dan menyenangkan).

Melalui link berikut murid mencocokan gambar dan perwakilan murid menyampaikan hasilnya sebagai bentuk refleksi.

 

 

D.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yaitu murid mampu memahami konsep dasar animasi , merancang ide solusi dan langkah-langkah dalam membuat karya animasi secara sederhana dan aplikatif, dan menunjukkan sikap kolaboratif, kreatif, dan tanggung jawab dalam merancang solusi.

 

1.

Asesmen pada Awal Pembelajaran

 

Observasi selama apersepsi dan pertanyaan pemantik untuk  mengukur pengetahuan  awal murid tentang  gerak animasi dan software yang telah dipelajari .

 

2.

Asesmen pada Proses Pembelajaran

 

Penilaian  diskusi  kelompok  dan investigasi  melalui  rubrik  .

 

3.

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

 

Penilaian  presentasi dan refleksi  mengukur  kemampuan    mengintegrasikan  aspek karya nimasi.

Refleksi pembelajaran dengan cara siswa menceritakan pengalaman belajar dari materi yang sudah di sampaikan.

 



Sabtu, 09 Agustus 2025

Pengertian Typografi Menurut Para Ahli




Pengertian Typografi Menurut Para Ahli

1. Roy Brewer

Typografi mempunyai arti yang sangat luas, mengenai sebuah pola halaman dan pola atau setiap barang cetak.
Pengertian yang lebih sempit yaitu pemilihan, penataan, dan berbagai hal yang berkaitan dengan baris – baris susunan huruf.
Gak termasuk dengan ilustrasi dan unsur – unsur lain, bukan susun huruf dalam halaman cetak.

2. Idarmadi

Typografi yaitu karya seni pada penggunaan jenis huruf yang dimaksud dengan karya seni yang sangat rumit.
Ditambah lagi, dengan medium design web yang sekarang terbatas dan salah satu elemen yang sangat penting didalam komunikasi dengan pengunjung.

3. Danton Sihombing

Tipografi merupakan representasi visual dalam bentuk komunikasi verbal dan typografi yaitu visual pokok dan juga efektif.
Kalo, pengetahuan mengenai huruf bisa dipelajari oleh setiap orang dalam sebuah seni yang disebut dengan typografi.

4. Sudiana

Typografi mempunyai arti yang sangat luas dan juga meliputi pola halaman serta penataan atau setiap barang yang akan di cetak.
Pengertian yang lebih sempit yaitu penataan, pemilihan dan berbagai macam hal yang berkaitan dengan baris – baris susunan huruf atau type set.

Sejarah Typografi


Sejarah typografi dimulai dari penggunaan pictograph dan bentuk bahasa tersebut dipakai oleh Viking Norwegia Indiana Sioux.
Dulu sekitar abad ke 1300 SM, dalam negara mesir berkembang jenis huruf Hieratia atau yang banyak menyebut dengan Hieroglif.
Bentuk dari tipografi ini merupakan suatu akar dari bentuk Demotia yang pada jaman dulu ditulis memakai pena yang khusus.
Bentuk dari tipografi tersebut bisa berkembang ke Kreta, kemudian sampai ke Yunani dan akhirnya bisa sampai menyebar diseluruh Eropa.
Puncak perkembangan dari typografi ini terjadi kurang lebih pada 8 sebelum masehi di Roma, pada saat orang Romawi mulai membentuk daerah kekuasaanya.
Karena, dulu Romawi gak punya sistem penulisanya sendiri, mereka lalu mempelajari mengenai sistem tulisan (Etruska) dan disempurnakan oleh penduduk asli dari Italia dan terbentuklah huruf – huruf Romawi.
Sekarang, typografi mengalami perkembangan yang sangat besar dari penciptaan manual atau dengan tangan sampai ke fase modern yaitu dengan komputer.
Fase komputerisasi tersebut memakai typografi yang lebih mudah dan juga membuat waktu yang dipakai bisa lebih cepat dengan jumlah pilihan huruf yang sangat banyak.

Fungsi dari Typografi


Apa aja sih fungsi dari typografi tersebut? Fungsinya, ada dibawah ini:
1. Menarik Perhatian
Fungsi dari typografi yaitu buat bisa menarik perhatian kepada si pembaca tersebut.
Komponen huruf yang udah tertata dengan sempurna, harus didukung dengan warna yang menarik juga, dong!
Tujuannya adalah buat bisa menimbulkan rasa kesan yang dalam oleh penikmatnya.
2. Menciptakan Keindahan
Fungsi dari typografi juga bisa buat menimbulkan sebuah kesan keindahan dalam huruf yang dirangkai dengan mantap dan juga bagus.
Biasanya, tujuannya yaitu buat bisa menambah suasana yang indah dan mendukung sebuah bisnis juga.
3. Kemudahan Membaca
Kemudahan membaca adalah fungsi dari typografi dan hal ini sangat ditentukan pemilihan pada jenis font dan juga ukurannya.
Pemilihan jenis font dan ukuran adalah sebuah tujuan utama buat memudahkan mata dalam membaca.
4. Menghasilkan Rupiah
Penggunaan tipografi dalam hal dunia bisnis juga bisa memanfaatkan fungsi tipografi yang mempunyai nilai jual berdasarkan dari seni grafis yang tinggi.

Prinsip – Prinsip Typografi


1. Prinsip Keterbacaan Typografi

a. Huruf Kecil
Cenderung lebih baik tingkat keterbacaannya, kalo dibandingkan dengan huruf besar atau kapital. Kemungkinan, karena huruf kecil bentuknya jauh lebih kontras satu sama lain.
b. Huruf Lurus (Standar)
Jauh lebih mudah dibaca, kalo dibandingkan dengan huruf miring (italic). Tapi, kalo kata huruf miring di apit oleh huruf reguler, palahan tingkat keterbacaannya akan meningkat.
c. Warna Kontras
Cenderung membantu dari tingkat keterbacaan, tapi kalo terlalu kontras akan membuat mata akan cepat lelah.
Makanya, kebanyakan website gak memakai warna hitam murni, tapi memakai abu gelap di atas putih.
d. Teks gelap
Diatas background terang lebih mudah dibaca, dibandingkan dengan teks terang di atas background gelap.
e. Warna abu tua
Diatas krem merupakan kombinasi warna yang mempunyai keterbacaan paling baik dan juga sangat nyaman.

2. Prinsip Estetis Typografi

  • Batasi penggunaan typeface dalam satu halaman atau desain. Dua jenis typeface biasanya udah cukup, satu buat judul dan satunya buat isi.
  • Batasi penggunaan warna yaitu satu buat judul dan satunya lagi buat isi.
  • Gunakan minimal tiga ukuran dan atau weight yang berbeda buat memaksimalkan kontras dan keindahan tipografi.
  • Gunakan ukuran yang konsisten buat setiap set teks yang berbeda.
  • Berikan letter spacing lebih buat font berukuran kecil dan kurangi spasi letter spacing buat font ukuran besar.
  • Pastikan line height dan jarak antar spasi berbeda jauh, terutama kalo line height dibuat jadi lebih renggang.

Elemen – Elemen pada Typografi


1. Huruf Teks
Huruf teks merupakan huruf yang tersaji buat naskah serta pilihan pada huruf teks unsur keterbacaanya sangat mudah dan juga nyaman.
Jangan sesekali memakai font tipografi yang terlalu banyak lengkungan dan berbody tebal, nantinya akan sulit buat dibaca.
2. Huruf Judul
Pada penggunaan huruf judul tersebut biasanya memakai huruf yang lebih fleksibel. Asalkan saat dibaca unsurnya bisa efektif dan penyampaianya bisa dikemas dengan nyaman dan apik.
Makanya, didalam suatu unsur penerapan didalam desain grafis udah terpenuhi.

Jenis – Jenis Typografi


1. Roman
Roman merupakan jenis huruf yang mempunyai ciri kaki, sirip, atau serif yang bentuknya lancip pada ujungnya.
Desain tipografi huruf Roman mempunyai sebuah ketebalan dan juga ketipisan huruf kontras didalam garis – garis hurufnya.
Kesan yang ditimbulkan oleh gaya tulisan typografi Roma tersebut merupakan klasik, anggun, dan juga feminim.
2. Script
Script merupakan jenis huruf yang mirip dengan goresan tangan yang dilakukan dengan pena, pensil tajam atau kuas yang seringnya miring kekanan.
Kesan yang ditimbulkan oleh jenis huruf script tersebut merupakan akrab atau yang bersifat pribadi.
3. Miscellaneous
Miscellaneous merupakan salah satu jenis huruf yang perkembangan dari bentuk – bentuk huruf yang udah ada.
Seperti ditambah hiasan dan ornamen atau dengan garis – garis yang unik dan dekoratif. Kesan yang dimiliki pada jenis huruf ini yaitu kesan ornamental dan juga dekoratif.
4. Egyptian
Huruf egyptian merupakan huruf yang gak adanya perbedaan antara tebal tipisnya badan dan juga kaki.
Ciri pokok dari jenis huruf egyptian ini tampaknya seperti menyerupai karakteristik konstruksi Piramide di Mesir.
Kaitan – kaitannya sama tebal dengan huruf pokoknya atau badannya, tapi tampak serasi. Walaupun huruf jenis ini punya kaki dan lengan, tapi dalam segi komunikasi sangat mudah dilihat dan jelas.
Jenis huruf ini yaitu: Egyption, Stymie, Atlas, Beton, Clarendon, Play Bill, Leter Gothic, Courier New, dan lain sebagainya.
5. Sans Serif
Huruf sans serif merupakan huruf yang gak mempunyai kaki dan lengan huruf, serta beda antara tebal dan tipisnya boleh dikatakan gak ada.
Kesan jenis huruf sans serif ini sangat sesuai dengan pekerjaan halus yang memberi kesan sederhana, gak ramai tapi tetap manis.
Pada komunikasi visual, jenis huruf tanpa kait ini berhasil menarik perhatian banyak orang terutama tampilan pada wajah judul.
Jenis huruf yang termasuk sans serof ini yaitu: Mercator, Gill Sans, Univers, Futura, Helvetica, Gothic, Announce, Antique, Eurostile, USA Black, Erie, Lucida Sans, dan lainnya.
6. Fantasi
Huruf fantasi merupakan huruf yang penuh lekukan seperti tunas yang menjalar.
Jenis huruf ini sering dipakai buat hiasan pada kata atau kalimat yang berfungsi sebagai mempertegas atau menarik perhatian pembaca.
Dalam penampilannya, jenis huruf fantasi gak huruf kapital semua, karena kalo tampil dengan huruf kapital semua akan mengganggu dalam penglihatan atau kelihatan kaku dan sulit dibaca.
Jenis huruf fantasi lainnya: Script, Astral, Bottleneck, Mistral, Ringet, Data, Calliope, Neon, Neosrept, Letter Orness, Jim Crow, Lucia Shadow, Domino, Pinto, Inline, Lincoin, lucida Black Letter, English Wd, dan sebagainya.

Unsur – Unsur Typografi


1. Bidang Cetak dan Ornamen
Ornamen dalam typografi modern ini jarang banget dipakai. Umumnya, ornamen cuma dipakai sebagai bahan cetakan undangan, ijazah, pekerjaan dekoratif, dan piagam.
Sedangkan, kalo bidang cetak ini bisa dilakukan dalam berbagai warna yang dicetak sebagai dasar. Bidang – bidang ini bisa diberi nada – nada yang mengandung suatu unsur negatif.
2. Kolom dan Garis
Sebuah kolom yang terdiri dari sejumlah baris dengan lebar tertentu dan lebar kolom pada kebanyakan majalah atau brosur sekitar 5 – 7 kata dan sekitar 6 – 10 huruf per kata.
Pada surat kabar (koran) dengan jumlah kata perbarisnya sangat lebih sedikit, sedangkan pada sebuah buku lebih banyak.
3. Baris
Baris terdiri dari suatu kata yang diatur satu persatu dibelakang yang lain dan diantara kata – kata ada juga jarak antara kata.
Sebuah baris harus mempunyai sebuah koherensi optis atau uraian kalimat yang berkaitan satu sama lain, dalam suatu paragraf.
4. Kata
Kata yaitu suatu kombinasi susunan dari huruf – huruf tunggal, dalam arti huruf yang ditempatkan bersama buat mengisi kata yang bisa diucapkan yang menimbulkan bunyi dan mengandung arti.
Ejaan yang benar yaitu sebuah kata atau sebuah unsur bahasa yang ditulis dalam bentuk huruf tercetak dan susunan kata dalam kalimat juga dipengaruhi oleh jarak antar huruf serta jarak antar kata.
5. Kemiringan Huruf
Kemiringan huruf  merupakan suatu huruf yang tercetak miring dengan kata lain disebut italic.
Huruf italic ini buat bisa memberikan penekanan pada sebuah kata dan umumnya dipakai terhadap teks yang gak terlalu panjang.
6. Berat dan Lebar Huruf
Berat dalam huruf ada pada suatu perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan lebar stroke. Berat huruf yang dinilai sebagai bentuk tipis (light), normal (regular), dan tebal (bold).
Sedangkan, kalo lebar merupakan sebuah perbandingan antara tinggi huruf tercetak dengan lebar huruf itu sendiri.
Lebar huruf itu sendiri bisa ditinjau dari perbandingan proporsi dapat dibagi jadi tiga kelompok yaitu condensed, reguler, dan extended.
Huruf – huruf condensed dan extended ini biasanya bisa kamu terapkan buat teks yang pendek seperti headline dan sub headline.
7. Ukuran Huruf
Dalam penggunaan huruf setting timah, setting foto, dan setting cahaya, ukuran huruf diatur point, punt, mm atau juga inch.
Ukuran point atau punt yang paling umum yaitu antara 6 – 72 pada huruf setting fotografi buat sebuah judul bisa diatur dalam proses yang sama dan huruf secara individual dalam besar kecilnya diatur secara proporsional.
8. Bentuk Huruf
Diantara sekian banyak bentuk atau jenis huruf, bisa dikelompokkan jadi 3 kelompok besar huruf yaitu jenis huruf kait (Serif), jenis huruf tanpa kait (Sans Serif) dan jenis huruf Fantasi (Dekoratif/Hias).
Sebagai contoh huruf kait (Serif), tanpa kait (Sans Serif) dan Fantasi yaitu sebagai berikut ini:
  • Huruf kait atau Serif (Roman, Bodoni, Garamond, Egyptian)
  • Huruf tanpa kait atau Sans Serif (Arial, Univers, Futura)
  • Huruf Fantasi (Sripft Types).

Contoh Typografi

1. Typografi Tulisan Tangan



2. Typografi Islami




3. Typografi Quotes


4. Logo Typografi

5. Typografi Nama


6. Typografi Puisi

7. Typografi Keren

Gimana tuh pembahasan mengenai pengertian typografi? Paham kan? Yuk share pengetahuan ini ke teman – teman kalian semua

ADA YANG BARU SILAHKAN PELAJARI